Ku sadar semua itu …”
Agatha Angella Grazill ”Ya disitulah aku mulai menyadari bahwa selama ini dia selalu ingin membuat ku sadar bahwa dia adalah orang yang setia menungguku untuk membalas cintanya, tapi semua penyadaran ku itu terlambat ketika...”
**A
@sekolah
“Enjjiiiiiii !!!"
Ya begitulah sehari-harinya Marsha menyapaku ketika aku datang.
“iya sha kenapa??”
“nih ada bingkisan”
“dari ?? aduhh thx harusnya lo nggak usah repot-repot ultah gua kan masih jauhhh marshaa”
“ihh enji GR itukan bukan dari gue, itu dari Stevent”
“Stevent ?? siapa tuhh?? Anak baru?”
“Astaga lo gak tau ?? Stevent itu Difa !! nama lengkapnya itu Difansyah Stevent Angello”
“?? What ?? Difa ?? kalo gitu nih buat lo aja, gua nggak mau terima barang dari dia !!”
Lalu aku pun pergi meninggalkan Marsha,. Marsha yang masih bingung akan prilaku ku yang aneh terhadap setiap barang yang diberikan Difa terhadapku pun tak ingin ambil pusing,.
**D
@markas GDBR (kantin)
“Haii yank,.” Sapa Marsha terhadap Rafli
“Haii,sini duduk” ajak Rafli terhadap Marsha untuk duduk disebelahnya,.
“Gimana sha ?? dia mau terima gak ??” kini aku yang angkat bicara
“Gimana sha ?? dia mau terima gak ??” kini aku yang angkat bicara
“hmm,,nggak Dif, lagi-lagi dia nggak mau terima barang dari lo”
“dia kenapa ya? Setiap barang yang atas nama aku pasti dia nggak mau terima, tapi kenapa kalau aku mengatas namakan orang lain dia mau terima ? walau sekalipun ia tak mengenalnya? Batinku berbicara. Dan kembali berbicara “kini aku benar-benar tak habis fikir, aku mencintai seorang perempuan yang sama sekali tak mencintaiku,. Jangankan untuk mencintaiku,mungkin untuk melihatku pun dia tak sudi,. Sebenarnya apa salahku terhadapnya ?”
“Heiii diff,, lo kenapa ? jangan galau gitu dong” (Bagas)
“Gimana gua gak galau so secara dia gak mau terima barang yang mengataskan nama gua gas, gua gak mungkin bohongin dia lagi dengan menggunakan nama orang lain dalam barang yang gua ingin kasih ?” kini ku kesal, sangat kesal sehingga diluar pemikiranku aku pun berkata “apa mungkin ya ? gua mati dulu baru dia mau terima barang-barang pemberian dari gua yang mengataskan nama gua sendiri?”
“Difaaaaa !!!!” teman segenk-ku dan marsha pun serentak berteriak.
“Dif, lo apa-apaan sih ?? nggak lucu tau gak” (Gilang)
“tau lo, jangan sekata-kata lo kalo ngomong malaikat dimana-mana lae” (Bagas)
“Abis gua capek bro, capek dia nggak pernah mau terima barang yang beratas namakan gua, jangankan itu, bahkan untuk ngeliat gua aja dia nggak sudi bro !!”
Ntah kenapa aku yang dijuluki ketua genk paling kuat, tak pantang menyerah, dan tak pernah menangis ini pun, akhirnya meneteskan air mataku Cuma karna cinta. Dan kini aku memiliki sebuah ide, dan ide ku kali ini pun mengembangkan tekad ku, untuk tidak lagi menjadi seorang pengecut. Ku hapus air mataku dan berkata
“oke, gua punya cara lain,.”
“apa dif ?” kini temanku pun memasang raut muka yang bingung akan perkataanku tadi.
“ kini gua gak akan pernah memberikan barang yang mengatas namakan orang lain, dan gua gak kan menyuruh siapa pun untuk memberikan barang yang ingin gua kasih untuk angel.” Api dalam diriku pun berkobar-kobar, dan seketika dipadamkan oleh sebuah pertanyaan.
“maksudnya ??” (Marsha) yaa,, pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang marsha yang terkenal lola yang berasal dari genk Angel.
“staga,, raf, plis deh ajari ya cewek lo biar gak lemot lagi,. Capek gua ngomongnya”
“sorry ya dif maklumin aja,, temen satu genknya aja kesel kalo ngomong sama dia” (Rafli)
“kamu ngomong apa yank?” Marsha yang lola itupun akhirnya menyadari kalau ke-lola’an yang ia miliki sedang dibicarakan oleh rafli,difa,dkk.
“hehe nggak kok, aku nggak ngomong apa-apa”
“oke jadi kapan dif lo mau memulai cara terbaru lo ?” (Bagas)
“secepatnya” aku pun mengembangkan senyum semangat ku untuk mengejar cintaku.
**D
2 hari kemudian
Dan kini aku sudah membulatkan tekadku, ku hampiri sebuah ruangan dimana sedang ada seorang perempuan duduk sendiri dan bernyanyi. Dan di iringi sebuah music dari hpnya,. Ku ketuk pintu ruangan tersebut
Tok…tok…tok
“masuk”
Suara lembut itu terdengar jelas di telingaku,.
Syair lagu pun terus ia lantunkan, tanpa memperdulikan siapa yang masuk.
Ku putuskan untuk menunggunya di bangku yang berada tepat di samping pintu,.
Girl I see it in your eyes you’re disappointed
‘Cause I’m the foolish one that you anointed with your heart
I tore it apart
And girl what a mess I made upon your innocence
And no woman in the world deserves this
But here I am asking you for one more chance
Can we fall one more time?
Stop the tape and rewind
Oh, and if you walk away
I know I’ll fade
‘Cause there is nobody else
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
Only you
Hey (hey)
Now, girl, I hear it in your voice and how it trembles
When you speak to me I don’t resemble who I was
You’ve almost had enough
And your actions speak louder than your words
And you’re about to break from all you’ve heard
But don’t be scared, I ain’t going nowhere
Lembut sangat lembut suara itu ku dengar.
I’ll be here by your side
No more fears, no more crying
But if you walk away
I know I’ll fade
'Cause there is nobody else
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
Only you
Oh, girl,
Can we try one more, one more time?
One more, one more?
Can we try one more, one more time?
I’ll make it better
One more, one more,
Can we try one more, one more...
Can we try one more time and make it all better?
'Cause it's gotta be you
It's gotta be you
Only you
Only you
It’s gotta be you
Only you
It’s got to be you
Only you
“wawww” itulah 1 kata pertama yang aku ucapkan ketika ia sudah menyelesaikan lagunya,.
Tetapi respon berbeda dia berikan terhadap ku ketika ia membalikan badannya menghadapku.
“Lo ?? ngapain lo kesini ?”
“Gu..gua Cuma mau ngasih ini ngel ke lo”
“apaan nih ? bingkisan lagi, dari siapa ?”
“dari gua ngel, lo terima ya, please.”
“oh dari lo, sorry gua nggak mau, dan nggak akan mau terima barang pemberian dari lo !! mending sekarang lo pergi,. !! PERGIIII !!!!” ucapnya dengan nada membentakku
“taa.. tapi ngel, lo terima dulu,. Baru gua pergii”
“nggak lo tulli apa ya ?? gua bilang gua nggak mau terima barang dari lo !! pergi !!”
Kini aku putuskan untuk pergi,.
“ya mungkin bukan hari ini keberuntunganku”
“ya mungkin bukan hari ini keberuntunganku”
**D
Aku selalu menghampiri Angel di setiap harinya untuk memberikan berbagai macam barang, tapi hasilnya selalu nihil,. Dia tidak pernah menerima satu pun barang yang aku berikan padanya,.
**D
3minggu kemudian
@lapangan upacara
Hari ini hari jum’at ya jadwal biasa aku dan teman-teman satu sekolahku apel pagi. Ntah mengapa pada apel pagi kali ini tubuhku terasa sangat lemas dan tak bergairah sedikit pun untuk mengikuti apel,. Secara mendadak kepalakupun terasa sangat sakit,. Sehingga ….
“diff !! Difa”
Yap hanya kata itulah yang aku dengar dari teman-temanku dan kemudian aku tak sadarkan diri..
~~~
Selang berapa menit kini aku pun sadar,.
“dimana gua sekarang ?” ya, itu adalah kata pertama yang aku ucapkan setelah kesadaran ku itu
“lo di UKS dif, lo tadi pingsan” (Bagas)
“pingsan ? kok bisa?”
“ya mana gua tau, lo yang pingsan ngapa jadi nanya ke kita ? iya gak gas ?” (Rafli)
“yaudahlah, eh iya tadi apel pagi ngomongin masalah apaan ?”
“ya yang jelas ngomongin masalah kebersihan sama buat pensi dif” (Gilang)
“ohh, pensi ? kapan pensi dilaksanakan ?”
“kalo nggak salah pas HUT sekolah” (Gilang)
“HUT sekolah ? berarti kurang lebih 2 bulan lagi dong ?”
“ya begitulah” (Gilang)
“ehh iya lu mau nampilin sesuatu nggak dif ?” (Bagas)
“nampilin apaan ??”
“ya nampilin apaan kek, nyanyi gitu buat Angel, or sulap or apalah,.” (Bagas)
“ahaaa!! Ide baguss, cerdas juga lo gas”
**D
Aku berlatih dengan semangat, 1 bulan untuk persiapan diri pun kulalui,.
Tapi di awal bulan ke-2… …
“Bagaimana keadaan anak saya dok ?” mamahku terlihat panik sangat panik,.
Sebenarnya ada apa ini ? akhirnya karna keingin tahuanku sangat tinggi tanpa mamah sadari aku pun telah sadar, dan aku menguping pembicaraan mamah dan dokter tersebut.
“saya hampir tidak percaya bu,. Dengan umur anak ibu yang masih remaja, anak ibu telah mengidap penyakit kanker otak, dan kini ia sudah masuk ke stadium akhir. Sehingga diperkirakan umur anak ibu tidak lama lagi” Dokter tersebut menjelaskan semuanya terhadap mamah,.
Aku yang mendengarnya sangat tidak percaya,. Air mataku mengalir deras, sangat deras,. Lalu dengan segera ku hapus air mataku dan ku putuskan untuk menghampiri mamah dengan mata sembabku,.
“mah ..”
“Difa,. Sini nak duduk” beliau terkejut akan keberadaanku yang tiba-tiba, segera ia memegang tubuhku dan menuntunku untuk duduk disebelahnya.
“Difa udah dengar semuanya kok mah,.” Dan kini aku alihkan pandanganku terhadap dokter ..
“dok, saya mau tanya, apakah umur saya yang tak lama lagi ini, masih sanggup untuk mencapai minggu ke tiga pada bulan ini ?”
Kini dokter tersebut bingung akan jawaban dari pertanyaan yang aku lontarkan tersebut,.
“saya kurang bisa memastikan dik, yang jelas kita berdoa saja mudah-mudahan adik masih bisa bertahan sampai hari atau minggu yang dimana adik maksudkan tadi” (dokter)
“Oke dok, terima kasih,. Mah pulang yuk”
“iya, trimakasih ya dok, kami permisi dulu” pamit mamah
“ baik bu sama-sama, kami turut prihatin ”
Aku dan mamah pergi meninggalkan ruangan dokter tersebut.
Di dalam mobil, tak ada pembicaraan antara aku dan mamah.
Aku hanya diam,diam, dan diam. Arah mataku mengarah keluar mobil, tapi tidak dengan fikiranku,.
Fikiranku tertuju pada sebuah acara, ya pensi sekolah,.
“Akankah umurku sampai pada acara pensi nanti? Bagaimana kalau tidak ? oh God please, berikan aku kesempatan sehingga aku bisa menampilkan sebuah pertunjukkan untuk bidadari cantik ku,” aku tak kuat, sungguh tak kuat,. Akhirnya aku pun tiba di rumah besar ku.
Segera aku berlari ke kamarku.. Sesampainya aku dikamar kusambar gitar putihku.
“latihan aja dulu..” ucapku bersemangat
Kau pernah melukai aku
Ku sadar itu…
Kau pernah meninggalkan aku
Ku sadar semua itu …
Tak pernah ku sangka dirimu, tak bisa cintai ku …
Jika ku tetap mengharap dirimu..
Mungkin itu mau mu …
Bodohnya diriku s’lalu menunggumu,
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku…
Oh Tuhan tolonglah beri aku cara,
Untuk dapat melupakan dia dan cintanya …
Lagi dan lagi, air mataku menetes .. aku yang menyadarinya pun segera menghapus kasar air mataku.
“Ahh ilah apaan sih gue ? cengeng banget. Udah ahh mending gua tidur”
Ku letakkan gitar berhargaku seperti semula. Dan ku tenggelamkan wajahku kedalam bantal, hingga terlelaplah diriku.
~~~
**D
2 minggu kemudian
Pukul 19.00 WIB
Kini tiba saatnya, dimana kami para murid SMP Bakti 299 Jakarta untuk menampilkan hal yang specta pada acara Pentas Seni kali ini.
Ya kini persiapan ku pun tlah matang.
Tekadku sudah bulat. Ku lihat kedua orang tua ku yang telah datang. Tapi tunggu di manakah dia ?? ya dia bidadari tercantik yang pernah aku lihat di muka bumi ini ?
Tiba-tiba ….
“Dif ,, diff, lagi ngapain lo ?? bukannya siap-siap !!” (Bagas)
“eh lo gas, nggak dia dimana ya ?”
“dia siapa ? Angel ??” (Bagas)
“ya siapa lagi”
“hufftt, Difa- difa, Angel tuh ada disana, tuh lihat” Bagas menunjukkan padaku, dimana bidadari tercantikku berada. What ? ternyata dia berada tepat di depan panggung, dia duduk bersamping-sampingan dengan genkku..
“Ohh disitu.”
“yyaa “ (Bagas)
Lalu ..
“Dif, lo siap-siap ya 10 menit lagi lo tampil” (Alvin)
“ohhh oke”
Ya Alvin, salah satu Anggota MPK di sekolah ini dan sekaligus sebagai seorang L.O pada acara ini.
Kini yang sembari menunggu ku mainkan sebuah gitar yang berada di belakang panggung.
“Oke guys kini tiba untuk penampilan berikutnya, dari salah seorang siswa yang hmmm, kegantengannya cukup menggeser keberadaan saya di sekolah ini, eiittss tapi tidak dihati kekasih saya,. Iya kan?” (Cakka)
“Ciiieeee,, suit suiiiitt” (murid yang hadir)
“Apa sih kamu, yaudah langsung saja ini dia kita sambut. Difansyah Stevent Angello alias Difa. Dengan lagu BODOHNYA DIRIKU” (Agni)
Aku pun keluar dari belakang panggung, tak seperti biasanya aku pun berjalan dengan santai tanpa ada rasa gugup sedikit pun,. Ya memang sangat Aneh, tapi yasudahlah.
“Hallo guys selamat malam,.”
“malam”
“Kali ini gue bener-bener bersyukur sama Tuhan, karna sampai pada detik ini gua masih diberi kesempatan untuk tampil dihadapan kalian semua,. Gua nggak akan menyia-nyiakan waktu terakhir yang Tuhan kasih sama gua. Yang pertama gua bertrima kasih sama kedua ortu gua yang selama ini udah susah payah buat ngedidik gua dari gua kecil sampai gua sebesar ini, I Love you mom nd dad dan aku juga minta maaf mah pah kalau aku punya salah sama kalian. Abis itu gua juga ber-trima kasih sama seluruh keluarga besar SMP Bakti 299 Jakarta terutama untuk guru-gurunya, pak, bu saya minta maaf kalau selama belajar disini saya punya banyak kesalahan. Dan thankkss banget buat temen-temen gua Genk GDBR gua makasih banget karna kalian udah mau jadi sahabat gua, maapin gua juga ya.
Dan untuk Agatha Angella Grazill alias Angel …”
Semua mata tertuju pada Angel dan Mata Angel menatapku tajam.
“ya gua tau kok selama ini gua salah sama lo, tapi tolong ini terakhir kalinya gua memohon lo dengerin gua,. Gua itu cinta ngel sama lo, gua sayang sama lo. Dan gua minta sedikit aja lo perhatian sama gua, lo sapa gua, lo ajak gua bicara sebelum gua pergi..”
Aku diam sejenak menarik nafasku.
“oke sekarang gua jelasin,. Kenapa gua kayak gini. Sebenarnya.. sebenarnyyaa gua mengidap kanker otak stadium akhir dan di perkirakan umur gua nggak lama. Dan gua ngerasa hari ini adalah hari terakhir gua bertatap muka dengan kalian semua.”
Ku tatap bergantian kedua orang – orang terdekat ku, dan juga orang yang ku cintai. Ya sudah kuduga sebelumnya, kalau mereka akan menatapku dengan raut wajah yang aneh dan kesal karna aku baru mengasih tau mereka akan penyakitku.
“ yaudah lah ya. Gak usah bingung. Langsung aja. Lagu ini gua persembahkan untuk gadis yang bernama Agatha Angella Grazill”
Kini ku petik gitarku,. Dan ……….
Kau pernah melukai aku
Ku sadar itu…
Kau pernah meninggalkan aku
Dan Ku sadar semua itu …
Tak pernah ku sangka dirimu, tak bisa cintai ku …
Jika ku tetap mengharap dirimu..
Mungkin itu mau mu …
Bodohnya diriku s’lalu menunggumu,
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku…
Oh Tuhan tolonglah beri aku cara,
Untuk dapat melupakan dia dan cintanya …
Tak pernah ku sangka dirimu, tak bisa cintai ku …
Jika ku tetap mengharap dirimu..
Mungkin itu mau mu …
Bodohnya diriku s’lalu menunggumu,
Yang tak pernah untuk bisa mencintai aku…
Oh Tuhan tolonglah beri aku cara,
Untuk dapat melupakan dia dan cintanya …
Sakit sangat sakit. Sejenak ku letakkan gitar milik sekolah dan aku berdiri sembari mencengkram kepalaku erat. Berlutut, dan …
“aaarrrrgghhh”
~~~
**A
“aaarrrrgghhh”
Suara erangan itu ??
“DIFAAAAAAAA !!!”
Spontan aku dan teman-teman pun berteriak.
Genk ku dan Genk Difa pun lari keatas panggung.
“Dif bangun dif ini gua Angel, lo kenapa ??”
Ku pangku kepala Difa,. Sementara orang tuanya pun menelefon Ambulance.
Kini ntah apa yang aku rasakan, kebencianku terhadap Difa pun hilang seketika.. dan rasa khawatir dan takut pun hinggap dalam benakku,.
“Diffffffaaaa !!!! bangun !!!” Kini air mataku pun turun dengan derass, sangat deras.
“Ambulance datang, ayo cepat bawa dia” (Gilang)
Teriakkan tersebut terdengar oleh ku dan kini Ayah Difa yang bertindak mengangkat difa dari pangkuanku.
~~~
**A
Sepanjang tempat tidur pasien darurat di dorong menuju ruang UGD. Aku tetap setia berada di samping kiri Difa. Tidak hanya kdua ortu Difa, genk difa, dan teman-temanku saja yang panic, tapi begitu pula dengan ku,.
“Dif, difa lo bangun dif,. Please,. Gua nggak benci kok sama lo, jadi please dif bangun please,hiks.”
Yaa, sedari sekolah tadi aku belum berhenti menangis,,
“maaf pak, bu, adik-adik . kalian hnya bisa mengantar pasien sampai disini.” (suster)
“Tapi saya mau menemani anak saya didalam sus, ia sedang membutuhkan keberadaan saya disana.hiks.” (mamah Difa)
“tapi maaf tidak bisa bu, ibu bisa menemaninya dengan doa dari sini” (suster)
Ku pandang suster tersebut yang masuk dan menutup pintu ruang UGD tersebut.
“Diffaaa.. hiks hiks”
Lirihku pelan dan hanya aku dan teman-temanku yang dapat mendengarnya.
“udah ngel, lo tenang ya, difa lagi di tanganin sama dokter di dalam sana” (Cindai)
“tapi gua nggak bisa ndai, gua ngerasa sakit banget liat dia. Gua nyesel ndai gua nyesel, kenapa baru sekarang gua sadar, dan gua bisa membuka hati gua buat dia ? kenapa baru sekarang ndai ? kenapa ?? hiks hiks”
Cindai menarikku kedalam dekapannya, dan kini aku pun menangis sejadi-jadinya di dalam pelukkan Cindai.
Tak lama. Dokter pun keluar dari ruangan.
Ortu Difa, aku dan yang lainnya menghampiri dokter tersebut dengan berbarengan,.
“Bagaimana dengan anak kami dok ?”
Itulah kalimat pertama yang dilontarkan oleh seorang Ayah dari Difa.
“maaf pak, bu. Hasilnya nihil..” (dokter)
“What nihil ?? apa maksud dokter ??” kini aku yang angkat bicara
“ya, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan saudara Difa. tapi nihil. Tuhan berkehendak lain.” (dokter)
“Dok tolong dok, sekali lagi selamatkan anak saya,. Saya akan bayar berapa pun yang dokter minta, tapi tolong dok selamatkan anak saya dulu !!!” (Ayah Difa)
“Maaf pak saya tidak bisa” (dokter)
Bagas menarik kerah kemeja putih yang dokter tersebut kenakan, dan …
“Dok lo bohongkan dok ?? Difa masih hidupkan ? iya kan ?? jawab dok jawab !!!” (Bagas)
“Maaf dik” dokter tersebut melepas paksa tangan Bagas dari kerahnya. Lalu ia pergi begitu saja.
“DIIIFFFFFFFFFFFFAAAAAA”
~~~
**A
Kini sudah ke-100 hari kepergian seorang lelaki yang bernama Difansyah Stevent Angello. Dan sudah ke 100 hari pula aku pajang beberapa foto dan barang- barang dari seorang Difa di kamarku.
Yap ternyata semua barang yang aku tolak mentah-mentah pada saat itu, tetap ia simpan dan ia titipkan ke orang tuanya untuk diberikan kembali kepada ku setelah kepergiannya.
Aku berjalan kepada sebuah figura besar, yang dimana terpampang jelas fotoku yang ia edit sehingga terlihat aku sedang duduk berdua dengannya di sebuah taman.
“Dif, lo apa kabar ? pasti lo senang ya disana ? banyak malaikat cantik yang nemenin lo, dan nggak pernah nyuekin lo,. Nggak kayak gue. Dif gue minta maaf ya, kalau selama ini gua selalu ngacangin lu, dan gua pernah ngusir lo segala macem. Gua nyesel banget dif, dan kini gua sadar, kalau nggak Cuma lo yang cinta dan sayang sama gua,. Tapi gua juga cinta dan sayang sama lo. I Love You nd I Miss You Dif..”
~~~ THE END ~~~
Selesai, mohon maaf apa bila ada kesalahan kata dan kesamaan tokoh.
Cerita ini hanyalah sebuah rekayasa hasil imajinasi / pemikiran saya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar